Friday, March 3, 2017

Beberapa Faidah Tabligh Akbar Stabilitas Keamanan Negara Bersama Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al 'Abbad Al Badr [ part 1 ]

| Belum Ada Komentar
Beberapa Faidah Tabligh Akbar Stabilitas Keamanan Negara Bersama Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al 'Abbad Al Badr

(Bag. Pertama)

Sebelum memulai Tabligh Akbar Fadhilatusy Syaikh memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal dan segenap pihak yang telah memberikan sumbangsih guna terselenggaranya acara dengan lancar.

Kemudian berikut beberapa faidah yang dapat kami ringkas, semoga bermanfaat bagi penulis dan pembaca;

1⃣Pembicaraan kita mengenai stabilitas dan keamanan negara. Setiap orang mengerti apa itu keamanan dan betapa urgensinya hal tersebut. Sehingga tidak mungkin terwujud hidup yang harmonis, ibadah yang ditegakkan dan kesibukan yang merupakan kebaikan dunia dan agama bagi umat manusia kecuali dengan mewujudkan keamanan.
2⃣Dengan keamanan maka keselarasan akan terjadi. Oleh karenanya keamanan merupakan tanggung jawab setiap individu dan golongan. Semua orang harus mengerti dan memperhatikan hal tersebut dan tidak menyepelekan sedikit pun darinya. Karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah Allah wajibkan, yaitu menjaga stabilitas dan keamanan.
3⃣Keamanan merupakan harapan dan keinginan setiap orang. Tidak ada orang yang menginginkan keburukan menimpa dirinya atau keluarganya bahkan negerinya.
4⃣Perlu diketahui bahwa keamanan merupakan bagian daripada keimanan. Sehingga di dalam banyak hadits Rasulullah sering menggandengkan antara keimanan dan keamanan, diantaranya hadits berikut :

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِالْمُؤْمِنِ؟ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ، وَالْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللهِ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ الْخَطَايَا وَالذَّنُوبَ

_Maukah kalian aku kabarkan siapakah seorang mukmin sesungguhnya? Yaitu orang yang manusia merasa aman darinya jiwa dan harta mereka, dan seorang muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya (gangguannya), dan seorang mujahid adalah orang yang berjihad di jalan Allah, dan seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan dosa dan kesalahan-kesalahan_ *(HR. Ahmad dan lainnya dari Fadholah bin 'Ubaid Radhiyallahu 'Anhu)*
5⃣Bentuk dan konsekuensi keimanan dan keamanan dalam ukhuwah islamiyah adalah agar seseorang menjaga dirinya agar tidak mengganggu orang lain. Apabila seseorang masih meremehkan atau dengan mudah mengganggu saudaranya sehingga menjadi kebiasaan dan wataknya, maka kadar kualitas keimanannya perlu ditinjau ulang. Karena tidak mungkin seorang yang memiliki iman yang benar akan mengganggu saudaranya. Jika yang terjadi demikian maka imannya dipermasalahkan.
6⃣Jika keamanan merupakan harapan, maka hendaknya seseorang senantiasa meminta kepada Allah untuk mewujudkan hal tersebut. Karena itu Rasulullah senantiasa berdo'a meminta keamanan kepada Allah Ta'ala seiring bergantinya hari dan bulan. Diantara doa yang sering beliau panjatkan adalah :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ مِنْ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تحتي
_Ya Allah aku memohon kepada-Mu 'aafiyah (keamanan) di dunia dan akhirat. Ya Allah aku memohon kepada-Mu ampunan dan keamanan pada agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah tutupilah aibku (kesalahanku) dan berikan keamanan atas rasa takutku. Ya Allah jagalah diriku baik dari sisi depan, belakang, kanan, kiri, atas dan aku berlindung dari kecelakaan yang menimpaku dari bawah._*(HR. Ahmad dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'Anhuma)*

Kemudian juga do'a yang beliau panjatkan ketika melihat hilal (Bulan baru),

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأمْنِ والِإيْمَـانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ، وَالتَّوْفِيْقِ لِـمَـا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا ورَبُّكَ اللَّهُ
_Allahu Akbar. Ya Allah jadikanlah hilal (yang kami lihat) bersama dengan keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman, dan taufik untuk apa yang Engku cintai wahai Rabb kami dan Engkau ridhoi. Rabb kami dan Rabb mu adalah Allah._*(HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'Anhuma)*
7⃣Keamanan yang diperoleh seseorang ketika doa dan permohonannya dikabulkan mencakup keamanan dalam perkara duniawi maupun akhirat. Oleh karena pentingnya hal tersebut Syaikh memberikan himbauan agar setiap orang memiliki andil dalam mewujudkan keamanan tersebut minimal dengan merutinkan doa tersebut di atas. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah bersabda,
وَسَلُوا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَسْتُرَ عَوْرَاتِكُمْ وَيُؤَمِّنَ رَوْعَاتِكُمْ
_Dan mintalah kalian kepada Allah Azza Wa Jalla untuk menutupi aurat aib (kesalahan) kalian dan memberikan keamanan atas rasa takut kalian._*(HR. Al Baihaqi dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu)*
8⃣Dengan merutinkan do'a tersebut, berarti seseorang telah berusaha mencotoh Rasulullah dengan sebaik-baiknya. Sehingga bisa jadi karena do'a tersebut ia menjadi sebab keamanan bagi orang lain dan masyarakat secara luas. Oleh karena itu hendaknya rasa tanggung jawab akan berlangsungnya keamanan di tengah-tengah masyarakat harus ada dalan jiwa setiap muslim baik ketika di dalam rumah atau di luar rumah. Lihatlah Rasulullah yang senantiasa berdo'a ketika keluar rumah dengan do'a :
بسم اللَّهِ، توكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أعوذُ بِكَ أنْ أَضِلَّ أو أُضَلَّ ، أَوْ أَزِلَّ أوْ أُزلَّ ، أوْ أظلِمَ أوْ أُظلَم ، أوْ أَجْهَلَ أو يُجهَلَ عَلَيَّ
_Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari tersesatnya diriku atau disesatkannya diriku, atau tergelincirnya diriku atau digelincirkan, atau aku mendzalimi atau terdzalimi atau aku (berbuat) kebodohan atau dibodohi._*(HR. Abu Dawud dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'Anha) *
9⃣Seseorang perlu sering mengingat bahwa sejatinya keamanan merupakan karunia dan nikmat dari Allah Ta'ala. Apa bukti bahwa keamanan merupakan nikmat dari Alllah? Allah Ta'ala berfirman,

وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَىٰ إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

_Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui._ *[Q.S. An Naml: 57]*
1⃣0⃣*Keimanan dan keamanan merupakan suatu kesatuan. Jika salah satunya cenderung kuat maka yang lain akan kuat pula, namun sebaliknya jika salah satunya lemah maka yang lain akan ikut lemah.* Karena Allah Ta'ala yang menjadikan keamanan bagi mereka yang menjaga kemurnian imannya. Oleh karena itu banyak ayat yang menyebutkan bahwa apabila seseorang benar imannya maka kegundahan dan kesedihan akan sirna darinya. Diantaranya Firman Allah :

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

_Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk._ *[Q.S. Al An'aam: 82]*
Dan juga firman-Nya,
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati._ *[Q.S. Al A'raaf: 48]*
*Maka barangsiapa yang menginginkan keamanan ia dituntut untuk merealisasikan iman dengan sebenar-benarnya.*
1⃣1⃣Keamanan di tengah masyarakat akan terwujud jka setiap anggotanya benar dalam keimanannya. Oleh karenanya tidak akan pernah terwujud keamanan secara kompleks jika masing-masing jiwa belum sadar akan urgensi keimanan. *Maka marilah kita mulai menjaga keimanan itu tetap bersemayam dalam jiwa sehingga keamanan yang diharapkan akan tiba.*
1⃣2⃣Ketika Allah Ta'ala menyebutkan konsekuensi keimanan yang merupakan sebab terbesar keamanan berupa kenikmatan dan ketentraman yang didapat, tak lupa Allah mengingatkan akan bahaya sikap kufur yang merupakan lawan daripada keimanan. Allah Ta'ala berfirman :

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

_Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat._ *[An Nahl: 112]*

*Karena suatu nikmat akan tetap ada dan bertambah jika disyukuri, namun akan sirna dan hilang jika dikufuri.*
*InsyaaAllah bersambung....*
Wallahu A'lam.
_Disarikan oleh Admin Bag. Dakwah IKLIMB-JAKARTA
@Masjid_Istiqlal pada
Ahad, 29 Jumada Ula 1438 H bertepatan 26 Februari 2017_
Tags : , ,

No comments :

Post a Comment

Terbanyak dikunjungi

Category