Setiap muslim pastilah akan membayangkan kehidupan yang terbaik dan setiap manusia pun mendambakan itu, manusia mana? yang tak mau senang, hidup bahagia dan jauh dari segala keburukan. Contoh: kita semua pasti pernah bermimpi bisa tinggal disuatu lingkungan yang masyarakatnya memperhatikan satu sama lain, tak ada yang cuek , semua saling tersenyum kepada yang lain, bila ada yang tertimpa musibah mereka saling tolong menolong, mereka selalu mendermakan sebagian apa yang mereka milliki sehingga tak seorangpun yang terlihat bersedih karena kelaparan, masyarakat yang ada bukanlah nenek tua yang mencari sisa makanan ditong sampah, melainkan nenek yang bersantai menikmati hari tuanya, yang ada bukanlah anak kecil terlantar dijalanan yang ada adalah anak- anak yang bermain di taman atau belajar di sekolahan. Masyarakat dengan rasa peka yang kuat didalam sanubari mereka sehingga tak seorangpun merasa dikucilkan, dan tak ada yang merasa didiamkan ketika berteriak kebaikan, melainkan semua masyarakatnya dengan lapang dada menerima kebaikan itu, masyarakat yang jauh dari pencurian, perampokan dan segala bentuk kriminal lainnya. Mungkin inilah masyarakat yang di dambakan semua orang, tapi untuk zaman sekarang seakan masyarakat itu hanya bisa di karang dalam buku dongeng penghantar tidur. walau banyak orang yang ingin mewujudkan dongeng itu dengan cara-cara yang mereka anggap bisa, tanpa berpikir benar atau salahnya cara itu, namun masih jauh dari keberhasilan.
perlu diketahui bahwa kehidupan masyarakat yang seperti itu tak mustahil untuk kita wujudkan, asalkan kita memiliki TRISAKTI dengan ketiganya kita perhatikan jalan kita dan dengan nya kita bisa mencapai keberhasilan, 3 unsur yang harus kita miliki itu adalah;
Pertama : manhaj yang benar (sholahiyatul manhaj)
Kedua : cara yang benar (sihhatul wasail)
Ketiga : kepemimpinan yang kuat (kuwwatul qiyadah)
Adapun yang pertama, maka kita ketahui bersama bahwa manhaj yang benar adalah manhaj para salafusholih, yaitu sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tabi'in dan tabi'ut tabi'in di dalam memahami dinul Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kenapa manhaj ini yang terbaik? Karena jalan yang mereka tempuhlah yang selalu kita minta dari alloh,
kalau bukan jalan mereka yang terbaik lalu mengapa alloh memerintahkan kita untuk memintanya setiap hari pada setiap sholat kita? Kalau bukan manhaj mereka, lalu manhaj siapa? Yahudikah atau nasranikah jadi pedoman kita?
Adapun yang kedua adalah benarnya cara atau perantara yang kita gunakan dan ini sangat terkait dengan poin yang pertama, dimana tak akan ada cara yang benar kecuali dari pemahaman yang benar demikian pula tak ada hasil yang baik dari cara yang salah.
Oleh karananya didalam sejarah nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya kita akan dapati begitu lurusnya cara cara mereka dalam mengatur masyarakat, yang mana dengan itu mereka berhasil menjadi masyarakat madani yang terbaik pada masa itu. contohnya adalah nabi kita ﷺ tatkala membangun kota islam pertama setelah beliau berhijjrah ke madinah maka langkah pertama yang beliau ambil adalah membangun mesjid, karena disitulah pusat pemerintahan yang akan didirikan dengan seorang pemimpinnya yang adil lagi tegar dan disitu jugalah pusat pendidikan dengan ilmu samawinya yang benar, Kemudian langkah berikutnya beliaupun mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshor dengan tujuan agar terciptanya masyarakat yang kuat dan bersatu dengan tali persaudaraan yang ada dileher mereka.
Kalau kita lihat dari 2 cara yang di mulai oleh nabi ini maka kita menyadari begitu strategisnya dan kuatnya susunan rancangan yang di buat untuk membentuk negara dengan masyarakat yang bersatu kuat dalam persaudaraan seislam.
Persaudaraan yang mengandung pengertian leburnya fanatisme jahiliyyah dan gugurnya perbedaan-perbedaan nasab, warna kulit dan tanah air sehingga yang tersisa hanyalah dasar wala' dan bara' atas nama islamlah yang mereka pegang.
Dan unsur yang terakhir adalah kepemimpinan yang kuat. poin ini memiliki peran yang besar dalam mewujudkan masyarakat madani, dan keberadaan seorang pemimpin dalam satu masyarakat adalah suatu yang urgen, karena takada masyarakat yang bersatu tanpa ada pemimpin yang memimpin mereka, mengatur tindakan mereka, menyelesaikan permasalahan mereka dan mewujudkan tujuan mereka. Oleh kerna itu hendaklah jiwa kepemimpinan yang ada dalam diri seorang presiden atau ketua organisasi sekalipun haruslah kuat, kuat yang dimaksud adalah kuat dalam berpegang dengan alqur'an dan assunnah baik dalam rencana dan tujuannya, atau keputusan yang dia keluarkan dan lain-lainnya.
Sehingga bilamana kita sudah melengkapi TIGA unsur ini dalam masyarakat, maka tak akan mustahil bagi kita untuk hidup dimasyarakat madani islami, dan pastinya rahmat alloh akan turun kepada kita kalaulah kita mau mewujudkannya dengan iman dan takwa sebagaimana firman alloh yang berbunyi:
Kalaulah kita ingin memulainya sudah seharusnya setiap orang dari kita memperhatikan masyarakat disekitarnya, dan mempertanyakan sudahkah alqur'an dan assunnah di jadikan pedoman mereka? Dan Apa yang telah kita lakukan agar masyarakat bisa kembali ke ajaran alqur'an dan assunnah sesuai pemahaman para salaf? Semoga alloh meluruskan kita semua dan membantu kita dalam berdakwah. Sekian walhamdulillah.wallohu a'lam bishowab
[ditulis oleh: ust Ulil Abshar /mahasiswa Syariy'ah-LIPIA,Jakarta]
gambar : images.google
perlu diketahui bahwa kehidupan masyarakat yang seperti itu tak mustahil untuk kita wujudkan, asalkan kita memiliki TRISAKTI dengan ketiganya kita perhatikan jalan kita dan dengan nya kita bisa mencapai keberhasilan, 3 unsur yang harus kita miliki itu adalah;
Pertama : manhaj yang benar (sholahiyatul manhaj)
Kedua : cara yang benar (sihhatul wasail)
Ketiga : kepemimpinan yang kuat (kuwwatul qiyadah)
Adapun yang pertama, maka kita ketahui bersama bahwa manhaj yang benar adalah manhaj para salafusholih, yaitu sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tabi'in dan tabi'ut tabi'in di dalam memahami dinul Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kenapa manhaj ini yang terbaik? Karena jalan yang mereka tempuhlah yang selalu kita minta dari alloh,
ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧
"Tunjukilah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)"
kalau bukan jalan mereka yang terbaik lalu mengapa alloh memerintahkan kita untuk memintanya setiap hari pada setiap sholat kita? Kalau bukan manhaj mereka, lalu manhaj siapa? Yahudikah atau nasranikah jadi pedoman kita?
فَذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَاذَا بَعۡدَ ٱلۡحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَٰلُۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ٣٢
"Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran) (32)"
Adapun yang kedua adalah benarnya cara atau perantara yang kita gunakan dan ini sangat terkait dengan poin yang pertama, dimana tak akan ada cara yang benar kecuali dari pemahaman yang benar demikian pula tak ada hasil yang baik dari cara yang salah.
Oleh karananya didalam sejarah nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya kita akan dapati begitu lurusnya cara cara mereka dalam mengatur masyarakat, yang mana dengan itu mereka berhasil menjadi masyarakat madani yang terbaik pada masa itu. contohnya adalah nabi kita ﷺ tatkala membangun kota islam pertama setelah beliau berhijjrah ke madinah maka langkah pertama yang beliau ambil adalah membangun mesjid, karena disitulah pusat pemerintahan yang akan didirikan dengan seorang pemimpinnya yang adil lagi tegar dan disitu jugalah pusat pendidikan dengan ilmu samawinya yang benar, Kemudian langkah berikutnya beliaupun mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshor dengan tujuan agar terciptanya masyarakat yang kuat dan bersatu dengan tali persaudaraan yang ada dileher mereka.
Kalau kita lihat dari 2 cara yang di mulai oleh nabi ini maka kita menyadari begitu strategisnya dan kuatnya susunan rancangan yang di buat untuk membentuk negara dengan masyarakat yang bersatu kuat dalam persaudaraan seislam.
Persaudaraan yang mengandung pengertian leburnya fanatisme jahiliyyah dan gugurnya perbedaan-perbedaan nasab, warna kulit dan tanah air sehingga yang tersisa hanyalah dasar wala' dan bara' atas nama islamlah yang mereka pegang.
Dan unsur yang terakhir adalah kepemimpinan yang kuat. poin ini memiliki peran yang besar dalam mewujudkan masyarakat madani, dan keberadaan seorang pemimpin dalam satu masyarakat adalah suatu yang urgen, karena takada masyarakat yang bersatu tanpa ada pemimpin yang memimpin mereka, mengatur tindakan mereka, menyelesaikan permasalahan mereka dan mewujudkan tujuan mereka. Oleh kerna itu hendaklah jiwa kepemimpinan yang ada dalam diri seorang presiden atau ketua organisasi sekalipun haruslah kuat, kuat yang dimaksud adalah kuat dalam berpegang dengan alqur'an dan assunnah baik dalam rencana dan tujuannya, atau keputusan yang dia keluarkan dan lain-lainnya.
Sehingga bilamana kita sudah melengkapi TIGA unsur ini dalam masyarakat, maka tak akan mustahil bagi kita untuk hidup dimasyarakat madani islami, dan pastinya rahmat alloh akan turun kepada kita kalaulah kita mau mewujudkannya dengan iman dan takwa sebagaimana firman alloh yang berbunyi:
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (96)"
Kalaulah kita ingin memulainya sudah seharusnya setiap orang dari kita memperhatikan masyarakat disekitarnya, dan mempertanyakan sudahkah alqur'an dan assunnah di jadikan pedoman mereka? Dan Apa yang telah kita lakukan agar masyarakat bisa kembali ke ajaran alqur'an dan assunnah sesuai pemahaman para salaf? Semoga alloh meluruskan kita semua dan membantu kita dalam berdakwah. Sekian walhamdulillah.wallohu a'lam bishowab
[ditulis oleh: ust Ulil Abshar /mahasiswa Syariy'ah-LIPIA,Jakarta]
gambar : images.google

No comments :
Post a Comment